Keterangan Gambar: kedua pria (pelaku) itu dengan ciri-ciri pengendara memakai peci, baju hitam lengan panjang, bawahan sarung dan teman pelaku baju hitam lengan panjang motif bulatan putih, celana pendek jeans bertopi putih, Korban di tengah
Surabaya – Waspadalah, tindak penipuan kejahatan jelang lebaran Idul Fitri 2025, Makin merajalela melancarkan aksinya dengan modus operandi tindak pidana 3C, yaitu pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), serta pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).
Aksi penipuan ini terjadi di mana saja dan kepada siapa saja. Jika tidak berhati-hati dan selalu waspada, bukan tidak mungkin kejahatan ini bisa menimpa kita. Tak terkecuali bagi semua pengendara. Modus penipuan yang dilakukan juga semakin beragam. Seperti yang baru-baru ini tentang aksi penipuan yang pura-pura tertabrak lari di traffic light Jalan Tuwowo Surabaya, Sabtu (29/03/2025) pukul 06.00 wib.
Pelaku penipuan tabrak lari ini, sekarang seakan tidak kenal waktu melancarkan aksinya. Kali ini, korbannya masih anank usia sekitar belasan tahun yang merupakan warga Ploso Timur Surabaya.
Kronologi awal, korban mengantar kakaknya beserta temannya ke daerah Jalan Kedinding Surabaya yang rencana mau mudik pulang kampung ke Madura naik bus. Setelah itu korban yang bernama Ubaidillah (17) balik arah pulang ke rumahnya Bogen, dan saat berada di traffic light Jalan Tuwowo di situlah korban di dekati.
Modus pelaku dengan dimintai tolong untuk melihat adik pelaku yang mengalami kecelakaan, selanjutnya pelaku mengajak korban agar berboncengan tiga dengan mengendarai motor pelaku. Menurut Ubaidillah (17) sesampainya di Jalan Putroagung Gang 3 di depan gudang besi tua, pelaku mengajak berhenti dan menyuruh untuk meninggalkan motor yang dikendarai dan langsung membonceng dengan memakai kendaraan pelaku.
“Saat itulah pelaku melancarkan modusnya dengan memaksa saya ikut melihat adiknya yang kecelakaan, setelah itu satu pelaku (topi putih) di turunkan dan meminta kunci motor saya, kemudian satu pelaku (peci hitam) bersama saya lanjut mengendarai motornya, tak jauh dari tempat teman pelaku, saya di turunkan oleh pelaku dan disuruh menunggu dengan berkata mau lapor ke RT setempat dulu,” kata Ubaidillah.
Keterangan Gambar : Motor Honda Scoopy Korban
Selang beberapa menit menunggu pelaku tidak kunjung datang, lalu korban mulai curinga dan bergegas ke tempat motornya yang ditinggal di Putro Agung Gang 3, ternyata motornya sudah raib dibawa kabur oleh pelaku.
Tak berhenti disitu, korban mencoba menghubungi saudaranya dan menceritakan atas kejadian penipuan yang menimpanya.
Selanjutnya mencari tau ciri-ciri para pelaku dari hasil rekaman CCTV di awal tempat kejadian perkara Jalan Putro Agung Gang 3, dari hasil recorder yang dihimpun ada 2 orang pria (pelaku) yang terpantau CCTV.
“Dari rekaman CCTV pelaku ada 2 orang dengan mengendarai sepeda motor Scoopy berwarna putih Nopol tidak jelas, kedua pria (pelaku) itu dengan ciri-ciri pengendara memakai peci, baju hitam lengan panjang, bawahan sarung dan teman pelaku baju hitam lengan panjang motif bulatan putih, celana pendek jeans bertopi putih, atas kejadian tersebut, saya sudah membuat laporan ke Polsek Tambaksari, Polrestabes Surabaya,” ujarnya.
Tips mencegah aksi penipuan berkedok tabrak lari
Berkaca dari peristiwa tersebut, terlihat pentingnya selalu berhati-hati dan jangan mudah percaya kepada orang yang baru kita kenal di jalan. Ketika ada aksi-aksi yang mengarah ke penipuan, jangan panik dan tetap tenang, dan segera melaporkan ke pihak Kepolisian.