INVESTASI MODAL USAHA KING KOIL PESANAN SPREI DI BEBERAPA RUMAH SAKIT ” ABAL – ABAL  GREDDY HERNANDO ( BERKAS TERPISAH), INDAH CATUR AGUSTIN, BABLAS BUI.

3 min read

Red: TABIRNUSANTARA 

Surabaya – Sidang perkara penipuan dan penggelapan modus investasi modal usaha memenuhi kebutuhan kain king koil nilai milyaran, saat kondisi pandemi, rumah sakit menggunakan sprei sekali pakai, lalu dibuang, hingga king koil menerima banyak pesanan sprei, sehingga Canggih Soelimin menyetor uang Hingga total Rp 5,9 Miliar, dengan laba 4%, namun keuntungan tersebut hanya abal-abal atau Fiktif, dengan Terdakwa Indah Catur Agustin (37), warga Ketintang Wiyata 5/6, Gayungan Surabaya, Pendidikan S1, bersama dengan Greddy Hernando (dalam berkas perkara terpisah), dipimpin ketua majelis hakim Djoenaidie, diruang Garuda 1 PN.Surabaya, secara Vidio Call, Selasa (14/05/2024).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rista Erna Soelistiowati, Vini Angeline dan Agus Budiarto, dari Kejati Jatim, Menyatakan Terdakwa Indah Catur Agustin,melakukan tindak pidana,
“Melakukan, menyuruh melakukan, turut serta melakukan perbuatan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum,memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat,rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang”
“Sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 378 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP”, Atau,
“Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP”.

Terhadap dakwaan JPU, Penasehat hukum Terdakwa Indah Catur Agustin,akan mengajukan tanggapan dakwaan (Eksepsi), ” kami akan mengajukan Eksepsi yang mulia, mohon waktu 1 minggu,” katanya.

Diketahui, tahun 2019 saksi Greddy Harnando berkenalan dengan saksi Canggih Suliemin, tahun 2020 saksi Canggih Suliemin bertemu Terdakwa Indah Catur Agustin di Café Tanamerah jalan Trunojoyo 75 Surabaya, saksi Graddy Harnando mengaku sebagai komisaris utama di PT. Garda Tamatex Indonesia, bergerak dibidang perdagangan besar tekstil, pakain, dan alas kaki.

September 2020, saksi Greddy Harnando bertemu Canggih Suliemin bersama saksi Silvester Setiyadi Laksmana dan Wisnu Rudiono di Cafe Tanahmera Jalan Trunojoyo No. 75 Surabaya, Greddy mengatakan kalau dirinya komisaris utama di PT. Garda Tamatex Indonesia (PT.GTI) sedang kerjasama dengan PT.Duta Abadi Primantara, pemegang lisensi/ izin resmi merk king koil di Indonesia, sedang memenuhi kebutuhan kain king koil nilainya milyaran rupiah, kondisi pandemi / COVID-19, rumah sakit-rumah sakit menggunakan sprei sekali pakai, lalu dibuang, hingga king koil menerima banyak pesanan sprei dari rumah sakit-rumah sakit ”

Greddy Harnando ( berkas perkara terpisah) menjanjikan untung 4% dari nilai investasi.Graddy meminta Terdakwa Indah Catur Agustin membuat RAB supply kain king koil, periode September- November 2020, dsn November – Desember 2020, dokumen RAB dikirim lewat whatsapp kepada terdakwa Greddy Harnando.

Greddy Harnando 1 September 2020 mengirim rincian pekerjaan lewat WA kepada Canggih Soelimin
RAB supply King Koil ( November – Desember 2020) total laba Rp 379.250.000,-, untuk setiap periodenya.Greddy memperkenalkan Terdakwa Indah Catur Agustin sebagai Dirut.PT.
Garda Tamatek Indonesia.

Terdakwa Indah Catur Agustin menyakinkan saksi Canggih, adanya order dari king koil dalam jumlah besar,dan menjanjikan bagi hasil 4% tiap bulannya.Terdakwa yang mengatur operasional, berhubungan langsung dengan pihak king koil serta akan memberikan bunga 4%/ bulan, sesuai modal yang disetor, sehingga saksi Canggih Soliemin
mau investasikan dananya, dan beberapa kali telah menginvestasikan dananya, ke Rek.BCA Cab.Darmo Surabaya, an.PT.Garda Tamatex Indonesia, periode November 2020 – September 2021, total Rp 5.950.000.000,-

Saksi Canggih Soelimin beberapa kali meminta kepada Terdakwa Greddy Harnando maupun Terdakwa Indah Catur Agustin
segera mengembalikan modal miliknya, sesuai jatuh tempo periode bulan Juni 2021 s/d September 2022, namun kedua terdakwa selalu menghindar
pemenuhan kebutuhan kain king koil, meminta saksi Canggih tetap investasikan modalnya.

Supaya saksi Canggih tidak.menarik dananya, Greddy memberikan 7 lembar cek BCA Cab.Klampis nilai total RP. 5.950.000.000,- 7 lembar Cek tersebut menurut Terdakwa Greddy bisa dicairkan periode Oktober 2022 s/d Januari 2023, namun saat saksi Canggih Soliemin mencairkan cek tersebut tidak bisa dengan keterangan “rekening giro atau rekening khusus telah ditutup”.Saksi Canggih meminta dananya bisa dikembalikan secara bertahap sejumlah Rp. 1.125.000.000,- alasan pihak PT. Duta Abadi Primantara belum membayar ke PT.GTI.

Menurut keterangan saksi Shinta Dwi Laksmi selaku HRD PT.Duta Abadi Primantara, Perusahaannya tidak pernah mengeluarkan Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) supply kain king koil periode September – November 2020, RAB periode November – Desember 2020, tidak pernah bekerja sama dengan Terdakwa INDAH Catur Agustin dan Terdakwa Greddy Harnando.

Somasi saksi Canggih Soliemin, kepada Terdakwa Indah Catur Agustin dan Greddy Harnando, tidak ada tanggapan. Perbuatan Terdakwa Indah Catur Agustin dan Greddy Harnando, saksi Canggih Soliemin mengalami kerugian Rp 4.825.000.000,-

Terdakwa Indah Catur Agustin (37), warga Ketintang Wiyata 5/6, Surabaya,menjalani sidang agenda Dakwaan, diruang Garuda 1 PN.Surabaya, secara Vidio Call, Selasa (14/05/2024).

 

(al)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *