Ormas LMP Menuntut Komnas HAM Tidak Tebang Pilih Dalam Memberikan Putusan Hukuman Pada TNI-POLRI Terkait Kejadian Di Propinsi Papua

3 min read

Red:*TABIRNUSANTARA*

SURABAYA, – aksi damai menyerukan agar menindak lanjuti kegiatan yang merongrong keamanan NKRI di Propinsi Papua, seruan tersebut  mendesak Menkumham dari perwakilan Surabaya  di jalan kayon Surabaya,” Ormas Laskar Merah Putih ( LMP ) mengapresiasi dan menunjukkan kecintaannya kepada Republik Indonesia, yang mempunyai slogan NKRI Harga Mati, untuk itu segera menkumham berkordinasi dengan perwakilan Komnasham di Papua untuk mendesak penanganan kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di propinsi Papua.

” Laskar merah Putih bersama seluruh anggotanya  berharap Komnasham RI perwakilan di Papua, bisa tegas mengambil langkah dan tindakan seadil adilnya untuk Menangani  isu Nasional yang berlangsung di Provinsi Papua” terkait kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM berat, untuk itu LMP mendesak menkumham perwakilan Surabaya untuk segera mendesak Komnasham perwakilan di Papua,mampu menegakkan hukum serta menuntaskan sampai akar akarnya dari persoalan isu isu yang Viral  di propinsi Papua.

 

Salah satu keinginan besarnya  Papua menginginkan Merdeka lepas dari Kesatuan Republik Indonesia, untuk itu secepatnya tertangkap dan di hukum. Mereka yang telah melakukan aksinya dengan segala cara menindas dengan brutal serta tidak manusiawi

 

kegiatan  yang melanggar HAM, secepatnya  TNI dan Polri selalu siaga dan waspada  terhadap gerakan dan tindakan pelaku  pelanggaran HAM di Papua, sudah selayaknya TNI dan Polri turun tangan mengamankan dan menjaga kemerdekaan NKRI dari kelompok  dan separatis yang merongrong keamanan  di propinsi Papua.Kamis ( 4/4/2024 ) di depan kantor Menkumham jalan Kayon Surabaya.

 

” Yusak Sinay sebagai ketua Laskar Merah Putih (LMP) menyampaikan, dalam aksi demo yang berlangsung di depan kantor  Menkumham  dengan damai,serta  menyampaikan pendapat secara santun,apalagi demo ini bertepatan di bulan Suci Ramadhan,”Orasi yang di sampaikan bersangkutan dengan Pelanggaran Hak Asasi Manusia ( HAM ) di Papua yang kami anggap sangat brutal dan tidak manusiawi.bebernya.

 

“Banyak korban jatuh atas tindakan brutal yang dilakukan oleh pihak OPM atau KKB, dengan sadis tindakan menganiaya bahkan menghilangkan nyawa seseorang, diantaranya yaitu Driver Ojol ,Nakes ( tenaga kesehatan),pegawai penjual galon air serta masih banyak lagi masyarakat kalangan sipil lainnya, tidak luput pula dari anggota TNI POLRI yang bertugas di sana dalam menjaga keamanan di Papua.menjadi imbas kebrutalan OPM dan KKB.

 

“Sambungnya,  tuntutan dari ormas Laskar Merah Putih ( LMP ) di depan kantor Menkumham di jalan Kayon Surabaya.
1. Meminta agar Pemerintahan Republik Indonesia dan Bapak Presiden Joko Widodo, untuk secara tegas menangkap dan mengadili para pelaku teror dan separatis termasuk mereka yang mendukung KKB.

2. Negara harus bisa memperbanyak anggota TNI POLRI di Papua dengan tujuan untuk memberantas habis KKB yang ada di Papua.

3.Mencabut beasiswa para mahasiswa Papua yang mendukung pergerakan KKB.

4.Bubarkan asrama Papua yang menjadi sarang doktrinasi separatis.

5.Polri harus bertindak tegas terhadap pendukung separatis.

6.Lanjutkan Otonomi Khusus ( Otsus ) Papua jilid 2 dan UU DOB

7.Segera melakukan introspeksi diri dari kepala daerah hingga tingkat ke bawah,karena anggaran untuk pembangunan di Provinsi Papua sudah begitu banyak untuk memajukan perekonomian di masyarakat Papua.

8. Komnas HAM jangan cuma menerima laporan sepihak, buka mata kalian para Komnas HAM,TNI POLRI yang bertugas di Papua yang mempunyai keluarga, anak dan istri, jangan kalian sudutkan TNI POLRI dengan pelanggaran HAM yang tidak jelas hukumnya,ungkap Yusak.

Disaat laskar merah putih sedang menyampaikan orasinya hingga selesai,” ketua LMP dengan sejumlah team, di temui dan disambut hangat oleh pihak Kemenkumham, di persilakan masuk dan bertatap muka untuk berdialog dengan bapak Dulyono selaku Kadivyankum (Kepala Divisi Pelayanan dan Hukum).

* Dulyono dari Divisi pelayanan dan Hukum Kemenkumham menyampaikan di depan ketua LMP serta para delegasi, akan berusaha keras bekerja secara maksimal dan tetap akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait, yang  terkaitannya dengan permasalahan secara Nasional,”ujar Dulyono

dalam dialog nya,Yusak ketua Ormas LMP berharap dan menginginkan Provinsi Papua jangan sampai lepas dari Kesatuan Republik Indonesia,karena perjuangan dari para pejuang terdahulu ini bukan perjuangan yang secara mudah dan ringan, mereka mempertaruhkan jiwa raganya demi keutuhan NKRI,” untuk itu kami mendesak kemenkumham secepatnya berkordinasi dengan Komnasham RI mengambil langkah untuk menjaga kedaulatan negara Indonesia tercinta ini.paparnya.

 

(Am)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *